Motif batik truntum adalah ciptaan permaisuri HB II karena di tinggal bertapa cukup lama sehingga beliau merasa kesepian. Saat malam hari memandang bintang bertaburan di langit, perasaan rindu dan galau memunculkan emosi kemudian dieskpresikan pada sehelai kain dengan pola seperti bintang (Kalinggo Honggopuro, 2002: 86)